Terapi Okupasi (Occupational Therapy) adalah terapi yang diberikan kepada anak untuk mengoptimalisasi proses tumbuh kembangnya baik dari segi motorik, sensorik, kognitif, peIiaku, dan social, sehingga anak mampu secara maksimal dalam melakukan perannya seperti aktivitas sehari-hari (makan, mandi, berpakaian), bermain, belajar dan bersosialisasi dengan lingkungannya sesuai usia perkembangannya.

Terapi okupasi umumnya menekankan pada kemampuan motorik halus, selain itu terapi okupasi juga bertujuan untuk membantu seseorang agar dapat melakukan kegiatan keseharian, aktifitas produktifitas dan pemanfaatan waktu luang.

Terapi okupasi diperlukan oleh anak/orang dewasa yang mengalami :

  • kesulitan belajar,
  • hambatan motorik (cedera, stroke, traumatic brain injury),
  • autism
  • sensory processing disorders,
  • cerebral palsy
  • down syndrome,
  • Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
  • genetic disorders,
  • asperger’s syndrome,
  • kesulitan belajar,
  • keterlambatan wicara,
  • gangguan perkembangan (CerebalPalsy/CP),
  • Pervasive Developmental Disorder (PDD)
  • dan keterlambatan tumbuh kembang lainnya.

 

Di PKTKAR Ramaniya, terapis okupasi cukup berpengalaman dalam bidangnya. Program terapi disesuaikan dengan kebutuhan anak dan dilakukan secara berkelanjutan. Orang tua mendapatkan tugas untuk dilatihkan kepada anak di rumah, sehingga perkembangannya menjadi lebih maksimal.

 Editor : Susilawati Abdullah, S.Psi, Psikolog

WhatsApp us