Sensori integrasi adalah sebuah proses otak alamiah yang tidak disadari. Dalam proses ini informasi dari seluruh indera akan dikelola kemudian diberi arti lalu disaring, mana yang penting dan mana yang diabaikan. Proses ini memungkinkan kita untuk berprilaku sesuai dengan pengalaman dan merupakan dasar bagi kemampuan akademik dan prilaku sosial.

Selain dari panca indra kita, yaitu mata, hidung, lidah, telinga serta kulit, sejak lahir manusia dilengkapi dengan indra dekat yang bertugas menerima rangsangan yang datangnya dari dalam tubuh sendiri. Dalam buku The Out of Sync Child,  Carol Stock Kranowitz, MA. dari Bethesd-Maryland, menjelaskan indera dekat kita itu adalah: Indera taktil, Indera vestibular, Indera proprioseptif. Ketiga indra tersebut bersifat fundamental/dasar berkembangnya seorang anak sehat. Ketika indera tersebut berfungsi otomatis dan efisien seorang anak akan memiliki mata dan telinga serta perhatian yang baik terhadap dunia sekitar.

Indera Tactile:

Sistem reseptornya terdapat pada kulit disekujur tubuh. Rasa raba yang berupa getaran, gerak, suhu, nyeri, tekanan akan diperlukan dalam persepsi visiual, motor planning, body awareness, proses pembelajaran akademis, emosional security, dan social. Indra ini berperan paling besar dalam menentukan kondisi fisik dan mental setiap individu.

Indera Vestibular:

Indera ini terletak dalam telinga bagian dalam, terangsang oleh gerakan grafitasi. Lewat reseptor ini kita akan diberitahu bagaimana posisi kita diatas permukaan bumi, apakah kita sedang bergerak atau diam; seandainya bergerak, kearah mana gerakan itu, berapa kecepatanya dan sebagainya.

Indra Vestibular mempunyai peran fundamental dalam modulasi sistem sensori yang lain dan membantu proses inhibisi dan fasilitasi. Hal ini juga erat hubungannya dengan sitem auditori dan visual

Sistem vestibular bekerja sama dengan sistem taktil untuk perlindungan terhadap rangsang dari luar contoh : saat akan jatuh reflek mempertahankan keseimbangan.

Vestibular mempengaruhi : gerakan dan keseimbangan, tonus otot, koordinasi bilateral, proses auditory language, proses visuospatial , dan motor planning.

Indera Proprioceptive

Berasal dari bahasa latin, Proprio yang berarti milik sendiri. Reseptornya terdapat pada otot, sendi dan tendon yang membuat seseorang sadar posisi bagian tubuhnya dengan bagian yang lain, dan posisinya terhadap lingkungan.

Mendukung pada sensori taktil dan pengalaman gerak

Mendukung pada perkembangan body sheme anak, yang berfungsi sebagai kunci dari motor planning anak tersebut

Setiap detik otak menerima informasi dari berbagai reseptor tubuh; jumlahnya mencapai ribuan, bahkan jutaan. Untuk bisa merespon rangsangan ini secara berarti dibutuhkan otak yang handal, artinya mampu menerima rangsangan, mengolah, memilih rangsangan yang boleh diacuhkan dan boleh diabaikan. Proses ini diakhiri dengan tindakan respon disertai evaluasi apakah respon ini sudah dilakukan dengan sempurna. Rangkain proses menerima, mengolah dan selanjutnya memberi respon inilah yang disebut dengan sensor integrasi.

 

KAPAN DIPERLUKAN TERAPI SENSORY INTEGRASI ?

Gangguan sensori terjadi karena otak tidak mampu untuk mengolah atau memproses sensasi-sensasi/ input sensori secara efisien. Hal ini tidak berarti otak mengalami kerusakan, tetapi lebih tepat dikatakan terjadi “gangguan otak” atau “ kemacetan otak”. Hal ini menyebabkan input sensorik tidak efisien, Disorganisasi neurologis, output motorik, bahasa dan emosi tidak efisien.

Jika anak anda mengalami……..

  • Mudah terganggu dengan suara bising.
  • Gelisah jika naik tempat yang tinggi
  • Tidak mau makan yang lembek
  • Keseimbangan tubuh kurang baik, sering jatuh
  • Anak sering berjalan jinjit, berputar-putar atau meloncat-loncat
  • Sering terbalik dalam menulis atau membaca huruf atau angka (misalnya huruf b atau d, angka 6 atau 9)
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sering memukul meja atau tembok
  • Bila menulis tekananya terlalu kuat
  • Suka menggigit atau memainkan sesuatu
  • Sulit menerima aktivitas baru
  • Menolak menginjak rumput, pasir atau kerikil, dll.

Ada kemungkinan anak anda mengalami gangguan sensori integrasi dan memerlukan terapi.

PKTKAR Ramaniya, menyediakan layanan terapi Sensori Integrasi yang dilakukan oleh para terapis handal yang memahami tentang kebutuhan anak. Dalam ruangan Terapi Sensori Integrasi, tersedia berbagai peralatan bermain yang semuanya sudah didesain secara khusus dengan fungsi, bentuk, bahan warna yang sudah memenuhi standart tertentu untuk mengasah sensori  integrasi.

Di PKTKAR Ramaniya, ruangan yang disediakan dilengkapi dengan kolam bola, balok-balok titian berbagai bentuk,  ayunan, trampolin, titian keseimbangan, tangga, balok-balok panjat, alat luncur/scoter, matras untuk menghindari benturan, bola-bola besar yang berfungsi merangsang kontrol gerakan anak. Juga disediakan karpet dengan permukaan gradasi dari halus sampai kasar untuk merangsang sensori tactile telapak kaki. Ruangan yang dipakai dilengkapi dengan CCTV, sehingga orang tua dapat memantau terapi anak di luar ruangan.

Selain membawa anak terapi SI yang dilakukan di PKTKAR Ramaniya dengan jadwal yang sudah teratur, semestinya juga para orangtua juga bisa melanjutkan ataupun menyelenggarakan terapi tersebut di rumah, meski dengan peralatan yang sederhana bahkan dengan modifikasi sendiri. Kreatifitas orangtua tentu sangat diharapkan dengan dalam membentuk tim terapis yang kompak di rumah untuk membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus mereka.

Editor : Susilawati Abdullah, S.Psi, Psikolog

 

 

 

 

 

WhatsApp us