Fingerprint test adalah tes yang di gunakan untuk memperoleh gambaran tentang cara kerja otak seseorang yang memperlihatkan potensinya yang dibawa dari lahir atau potensi genetik.  Atau dengan kata lain, secara awam lagi disebut gambaran asli atau sifat asli atau bakat alam seseorang.  Jadi bukan melihat masa depan seseorang.

Seorang anak dengan gaya belajar kinestetik-visual, akan sangat kesulitan bila disuruh gurunya untuk duduk diam dan membaca buku teks hitam-putih-tanpa-gambar. Ia kemudian sibuk ’mengganggu’ temannya, karena ia bisa menyerap informasi yang disodorkan kepadanya bila ia diizinkan untuk mengekspresikan gerak tubuhnya. Guru yang tidak paham, akan mengatakan bahwa anak tersebut nakal, tidak bisa diatur, dll.

Yang ia butuhkan hanyalah pemahaman dari orang-orang di sekitarnya bahwa ia memiliki gaya belajar kinestetik yang secara otomatis membuatnya lebih mudah belajar bila ia diizinkan bergerak. Hasilnya, sangat mungkin bila anak tersebut mengalami kemunduran atau bahkan keterlambatan dalam menerima informasi.

Hal tersebut tidak akan terjadi apabila kita tahu dan paham gaya belajar kita atau bahkan anak-anak kita. Karena bila kita sudah paham, maka kita pun tentu tidak akan memaksakan suatu kecenderungan gaya belajar di suatu tempat pada anak kita.

Dengan Fingerprint test maka  kita akna mengetahui:

  1. Dominasi otak kanan dan otak kiri seseorang
  2. Distribusi kecerdasan multiple intelligence (logic-matemathic, linguistic, intrapersonal, interpersonal, bodely-kinestethic, visual-spasial, musical, naturalist)
  3. Driven models seseorang
  4. Learning style
  5. Learning sensitivity
  6. Karakter komunikasi
  7. Pilihan karir yang tepat dimasa depan
  8. Gaya manajemen kerja seseorang
WhatsApp us